fbpx

15 Manfaat Keladi Tikus Untuk Kanker dan Kesehatan

Manfaat keladi tikus belum banyak diketahui oleh banyak orang dikarenakan keladi tikus tidak bisa dijumpai di berbagai tempat. Keladi tikus merupakan tanaman umbi yang disebut juga dengan typhonium flagelliforme Rat. Tanaman keladi tikus termasuk dalam keluarga Araceae. Setiap daerah menyebut tanaman keladi tikus dengan sebutan yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya dengan tumbuhan merata, daun panta susu, kalamayong, ileus, trenggiling mentik dan masih banyak lagi lainnya. Nama yang terdengar sepele, ternyata memiliki manfaat dan kandungan yang luar biasa.

Keladi tikus memiliki banyak manfaat terutama untuk penyembuhan kanker dan juga berbagai penyakit lainnya. Keladi tikus memiliki banyak zat di dalam umbi dan  juga daunnya. Namun untuk penyembuhan kanker, keladi tikus banyak dimanfaatkan umbinya dibandingkan dengan daunnya. Rasa daunnya begitu pahit namun khasiatnya sangat ampuh. Keladi tikus juga termasuk dalam tanaman beracun. Diperlukan penanganan  khusus sebelum bisa dikonsumsi. Manfaat keladi tikus untuk kanker adalah sebagai berikut :

1. Keladi Tikus Menghambat Dan Menyembuhkan Sel Kanker

Manfaat keladi tikus yang pertama adalah untuk masalah kanker. Pertumbuhan sel kanker bisa disembuhkan dengan umbi dan daun keladi tikus. Untuk bisa mengobati dan mencegah penyebaran sel kanker keladi tikus akan menggunakan zat nya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Untuk Penyembuhan Kanker

  • Ribosome inacting protein atau RIP. Zat ini bermanfaat dalam mencegah penyebaran sel kanker. Tidak hanya menghambat dan mencegah saja, zat yang dikenal juga dengan ribosome inactivating protein juga memiliki kemampuan dalam menghancurkan sel-sel kanker di dalam tubuh tanpa harus merusak sel-sel normal di dalam tubuh.
  • Antioksidan tinggi juga bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Antioksidan yang dihasilkan adalah antioksidan Bermanfaat utnuk mencegah kerusakan gen pada penderita kanker.
  • Zat kurkumin merupakan senyawa antiinflamasi atau zat anti peradangan. Dalam penyembuhan kanker, zat ini bermanfaat untuk mengaktifkan mediator atau perantara. Mediator itu bisa merangsang penguatan sel dalam sistem imunitas sehingga mereka bersama-sama bisa melawan kanker.

Kanker Yang Bisa Disembuhkan Dengan Tanaman Keladi Tikus

Tidak semua kanker cocok diobati menggunakan keladi tikus. Jenis kanker yang cocok diobati menggunakan keladi tikus adalah sebagai berikut ini :

  1. Kanker serviks
  2. Kanker usus besar.
  3. Kanker paru-paru.
  4. Kanker pankreas.
  5. Kanker rektum.
  6. Kanker otak.
  7. Kanker liver.
  8. Kanker otak.
  9. Kanker tulang.
  10. Kanker tenggorokan.
  11. Kanker limpa.
  12. Kanker darah atau leukimia.
  13. Kanker ginjal.
  14. Kanker empedu.

2. Keladi Tikus Bermanfaat Dalam Detoksifikasi

Tubuh sebenarnya bisa secara alami membuang racun di dalam tubuh terutama di dalam usus.  Namun jika di dalam tubuh terdapat kerusakan sel, proses detoksifikasi bisa terganggu. Di dalam tubuh kita terdapat banyak racun yang mengendap. Racun tersebut berasal dari makanan dan minuman yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh sehingga racun itu mengendap di dalam tubuh. Terutama sekarang ini limbah dan zat kimia bertebaran dimana-mana, misal polusi udara dan juga pola makan tidak baik.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Dalam Detoksifikasi

Zat di dalam keladi tikus berikut ini bermanfaat untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh :

  • Ekstra typhonium flagelliforme dipercaya mampu dalam membantu tubuh melakukan detoksifikasi.
  • Zat alami fraksi etil asetatnya juga akan membantu dalam proses detoksifikasi di dalam tubuh manusia.

3. Keladi Tikus Mengobati Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker ganas yang bisa membunuh siapa saja. Posisinya menduduki peringkat nomor dua kanker mematikan di Indonesia setelah kanker serviks. Keladi tikus bisa digunakan untuk herbal penyembuhan kanker payudara.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Dalam Pengobatan Kanker Payudara

  • Di dalam umbi keladi tikus terdapat ekstra etanol sebanyak 50%. Etanol tersebut bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker di payudara.
  • Ekstrak typhonium flagelliforme selain bermanfaat dalam detoksifikasi juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker.

4. Keladi Tikus Bermanfaat Untuk Menangkal Radikal Bebas

Sekarang ini radikal bebas ada dimana-mana. Radikal bebas tidak boleh diremehkan begitu saja sebab dari radikal bebas bisa menyebabkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Radikal bebas berasal dari polusi udara yang tersebar di sekitar kita. Polutan yang dihasilkan pun memiliki bahan kimia yang berbahaya. Jika terserap melalui hidung, polutan tersebut bisa menyebar ke jantung paru-paru dan organ vital lainnya. Dengan mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari umbi dan daun keladi tikus, tubuh bisa melindungi dirinya dari radikal bebas disekitarnya.

Zat Dalam Keladi Tikus Untuk Menangkal Radikal Bebas

  • Keladi tikus memiliki zat bioaktif yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas.
  • Antioksidan di dalam keladi tikus juga bermanfaat dalam menangkal berbagai radikal bebas disekitar kita.

5. Keladi Tikus Menetralisir Racun Narkoba

Manfaat khasiat keladi tikus dalam netralisir racun narkoba mungkin masih belum banyak diketahui. Racun akibat narkoba sangat fatal jika mengendap di dalam tubuh. Untuk menetralisir racun akibat narkoba diperlukan detoksifikasi berupa pengeluaran racun dari jaringan tubuh. Dengan kandungan zat typhonium flagelliforme dan juga zat alami fraksi etil asetatnya bisa mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh narkoba. Racun itu bisa dikeluarkan melalui keringat, urin dan juga feses.

6. Mengobati Bisul Yang Membengkak

Bisul berupa cairan berisi nanah yang sangat mengganggu penampilan dan juga menimbulkan rasa nyeri. Jika ada di pantat dan juga paha penderita akan kesulitan untuk duduk. Bisul berisi kuman, bakteri dan juga virus. Bisul perlu segera diobati atau dikempeskan agar tidak menggangggu aktivitas penderitanya. Tanaman keladi tikus mampu mengobati bisul dengan cepat. Menggunakan tumbukan umbi dan daun keladi tikus yang telah halus, kemudian ditempelkan secara teratur di bisul. Bisul pun akan segera kempes dan hilang.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Untuk Mengobati Bisul

  • Zat hepatoprotektor bermanfaat dalam mengatasi bengkak dan juga mengatasi nanah di dalam bisul tersebut.
  • Immunomodulator bermanfaat dalam mengatasi rasa nyeri yang dihasilkan oleh bisul.

7. Keladi Tikus Sebagai Anti Bakteri

Keladi tikus bermanfaat dalam mengatasi bakteri yang menyerang di dalam tubuh. Sifatnya yang sebagai antibiotik bermanfaat dalam menangkal flu, batuk dan masih banyak lagi lainnya.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Untuk Antibiotik

  • Asam laurat bermanfaat untuk menghalau bakteri yang ingin masuk ke dalam tubuh.
  • Asam kaprat bermanfaat untuk membunuh bakteri yang berhasil masuk ke dalam tubuh.

Untuk menjadikan keladi tikus menjadi obat herbal yang ampuh dan mujarab harus dikombinasikan dengan bahan herbal lainnya misalnya kunyit putih, daun sirsak dan masih banyak lagi lainnya. Itulah beberapa hal yang harus diketahui tentang manfaat keladi tikus.

Ciri-Ciri Tanaman Keladi Tikus

Jangan salah dalam mengidentifikasi tanaman keladi tikus. Banyak tanaman yang ada di dalam muka bumi ini , sehingga diperlukan ketelitian dalam mengidentifikasi. Berikut ini ciri-ciri tanaman keladi tikus yang wajib diketahui :

  • Tanaman keladi tikus memiliki daun tunggal, warnanya hijau dan juga tersusun rapi di roset.
  • Panjang daun sekitar 16-17 cm, daunnya lonjong dan ujungnya meruncing atau tajam.
  • Pangkal daun berbentuk jantung, bertepi rata dan juga permukaan daunnya terlihat mengkilat.
  • Yang menjadi ciri unik tanaman ini adalah memiliki bunga unik mirip dengan ekor tikus. Bunga keladi tikus muncul di roset akar dan juga bertangkai.
  • Panjang bunga keladi tikus 4-8 cm, kelopak bunganya lonjong kekuning-kuningan, atas kelopak berbentuk memanjang sekitar 5-21 cm. Ujung bunganya berbentuk seperti ekor tikus.
  • Menimbulkan rasa gatal jika disentuh menggunakan tangan biasa.

Riset Tentang Keladi Tikus

Hasil lembaga atau riset yang dilakukan di perguruan tinggi di negara Malaysia dan beberapa negara lainnya menunjukkan bahwa sari dalam tanaman keladi tikus bisa menghancurkan sel-sel di dalam kanker.

Keladi tikus merupakan tumbuhan yang langka dan sangat sulit untuk hidup dan tumbuh di tempat terbuka. Banyak tanaman keladi tikus tumbuh di tempat lembab dan kurang dari sinar matahari. Banyak masyarakat Malaysia yang menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit yang diderita. Keladi tikus yang digunakan untuk menyembuhkan luka atau penyakit adalah umbinya.

Kendati masih perlu penelitian lebih mendalam, kunyit putih atau temu putih (Curcuma zeodaria) diyakini banyak orang mampu meredam pertumbuhan sel kanker.

Beberapa kasus dan sejumlah literatur memang membenarkannya.

Kalau Anda berminat mengkonsumsi, jangan terkecoh pada kunyit lain yang bentuknya mirip namun khasiatnya melawan sel kanker tak sehebat kunyit putih.

Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, pada edisi 28 November 1998 memberitakan, seorang dokter yang mendefita kanker, pernah menjalani operasi namun kambuh dan bahkan menyebar, sembuh setelah tekun mengkonsumsi kunir/kunyit putih.

Seperti apakah bentuk dan ciri kunyit putih? Banyak kesalahkaprahan soal ini.

Banyak pula orang yang terkecoh karena bentuknya mirip dengan kunyit putih, namun temyata sekadar turunannya dalam kerabat temu-temuan (Zingiberaceae).

Belum lagi kesulitan yang disebabkan oleh penyebutannya dalam istilah lokal.

Wied Harry Apriadji dalam Majalah Nirmala edisi Juli 2000 mengingatkan, orang bisa terkecoh menyangka temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) sebagai kunyit putih.

Soalnya, di beberapa daerah  temu lawak memang dinamakan kunyit putih. Dalam bahasa Sunda disebut koneng gede, dan oleh orang Madura disebut temo lobak.

Bentuk rimpangnya mirip kunyit (Curcuma domestica atau Curcuma longa), tapi lebih besar.

Kalau kunyit warnanya kuning-jingga, temu lawak kuning muda, bahkan pucat keputihan jika masih muda.

Setelah dirajang dan dikeringkan, warna kuningnya pun makin pudar.

Jenis rimpang lain yang sering rancu disebut kunyit putih adalah temu mangga (Curcuma mangga).

Secara kebetulan, di beberapa daerah di Indonesia sebutannya pun kunyit putih atau temu putih.

Sering dijadikan obat turun panas, gatal-gatal, sesak napas, dan susut perut, temu mangga banyak dipakai sebagai ramuan “peringkas” vagina setelah masa persalinan.

Masih ada kerabat dekat kencur (Kaempferia galanga) yang sering dianggap sebagai kunyit putih, yakni kunci pepet (Kaempferia angustifolia) yang biasa dijadikan ramuan antidiare serta antidisentri, dan kunci pepet tulen (Kaempferia rotunda) yang sering dipakai untuk mengobati radang, meredam demam dan meningkatkan nafsu makan, juga sebagai ramuan jamu perempuan yang disebut “temu putri”.

Namanya mirip, padahal minyak kayu putih

Sekarang mari kita luruskan istilah yang telanjur salah kaprah. Jamu yang kita bicarakan ini, menurut literatur dan buku tentang tanaman obat adalah temu mangga {Curcuma mangga) dan variannya temu putih (Curcuma zeodaria).

Karena warna kulitnya keputih-putihan, maka disebut kunir putih atau kunyit putih.

Di kalangan perjamuan atau para penjual jamu, yang biasa disebut kunir putih adalah kunir gombyok (nama bukunya: “kunci pepet”).

Jamu ini sudah lama dikenal dan dipakai untuk menyembuhkan gangguan perut. Kunir gombyok ini kulitnya juga berwarna keputih-putihan, tetapi pada akamya terdapat bintil kentang kecil.

Bintil-bintil itu berkerumun, sehingga dinamai kunir gombyok.

Di pasaran kini beredar “kunir putih” yang memakai nama Latin Curcumaalba. Sebenarnya alba (= putih) hanya dipakai untuk penamaan minyak kayu putih, yaitu Eucalyptus alba.

Ciri-ciri temu mangga atau temu putih yang bermanfaat dalam memerangi sel kanker ialah: Warna kulitnya keputih-putihan, warna “daging” atau isinya krem.

la memiliki aroma seperti mangga kweni, harum, dan rasanya tidak pahit. Di masyarakat telah diproduksi temu mangga atau temu putih dalam bentuk bubuk atau tepung.

Warnanya krem, dan aromanya mangga.

Menurut Dr. Retno S. Sudibyo, peneliti pada PAU. Bioteknologi UGM, khasiat kunyit sebenarnya bisa diperoleh dengan memakan umbinya yang masih segar. Tetapi jangan terlalu banyak, karena bagi yang tidak tahan bisa terlanda diare.

Anti-oksidan dan anti-inflamasi

Kunyit mangga atau temu mangga, alias kunir putih  (Curcuma mangga), sebagai anggota keluarga besar Curcuma, mengandung zat kurkumin.

Dalam buku Encyclopedia of Medical Plants dinyatakan, kurkumin mempunyai khasiat: anti-oksidan dan anti-inflamasi.

Bahkan khasiat anti-oksidannya lebih kuat dari vitamin E, sedangkan khasiat anti-inflamasinya lebih kuat daripada hidrocortison kimia/sintetis.

Menurut laporan American Institute of Cancer Report yang dimuat The New York Times akhir Juli 1999, kanker dapat dicegah dengan kunyit.

Zat anti-oksidan pada kunyit berfungsi mencegah kerusakan asam deoksiribonukleat (senyawa yang menyusun gen), karena kerusakan gen adalah salah satu penyebab terjadinya kanker.

Sedangkan kurkumin bersama feruloyl dan 4-hydroxycinnamoyl adalah senyawa anti-inflamasi yang terdapat pada rimpang kunyit.

Kesimpulannya, kedua kandungan kurkumin tersebut sangat berperan dalam memerangi kanker,  yaitu mencegah kerusakan gen sekaligus mencegah peradangan (inflamasi), karena pada penyakit kanker selalu  terjadi inflamasi.

Penetrasi ke dalam sel kanker

Hasil penelitian Dr. Retno S. Sudibyo yang dimuat dalam Tempo 30 Mei 1999 menyebutkan bahwa Curcuma mangga mengandung “protein toksis”, sejenis flibosome in Activating Protein (R.I.P.).

Inilah protein yang mampu menonaktifkan ribosom, sehingga sintesa protein di dalam sel terganggu.

Protein tersebut lebih mudah melakukan penetrasi ke dalam sel kanker daripada sel sehat.

Akibatnya, sel kanker tidak dapat berkembang biak. Karena sel kanker memiliki batas umur, maka lama-kelamaan akan habis dengan sendirinya.

Dari uraian tersebut terlihat tiga manfaat dari Curcuma mangga dalam memerangi kanker, yaitu:

  1. R.I.P. – memblokade pengembangbiakan sel kanker, sehingga lama-lama akan habis.
  2. Antioksidan pada kurkumin mencegah kerusakan gen, di mana kerusakan gen adalah salah satu penyebab timbulnya kanker.
  3. Zat anti-inflamasi pada kurkumin bermanfdat menghilangkan peradangan, padahal kanker selalu disertai peradangan.

Karena Curcuma mangga termasuk hahan alami, maka pemakaian dalam jangka panjang sekalipun tetap aman bagi manusia.  

Pencegahan tetap lebih baik

Tidak semua penyakit kanker mudah dideteksi sejak dini. Malah ada beberapa kasus yang baru diketahui setelah menginjak stadium lanjut.

Dokter Sjahrul Sjamsuddin, Sp. O.G. dari FKUI/RSCM pernah menguraikan, kanker ovarium merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer), dengan angka survival hanya 30%.

Dari data RSCM diketahui bahwa terdapat 10 kasus kanker ovarium setiap bulan. Dikatakan juga, sekitar 70% dari kasus kanker itu diketahui ketika telah menyebar {Kompas, 2 Agustus 2000).

Seorang ahli lain, dr. Samsuridjal, menerangkan bahwa di kalangan pria, umumnya pada usia 45 tahun, terjadi pembesaran prostat secara perlahan-lahan.

Dalam literatur tentang gangguan pembesaran prostat disebutkan adanya dua kemungkinan, yaitu pembesaran sel (hipertropi) dan peningkatan jumlah sel (hiperplasia).

Salah satu dari keduanya dapat berkembang menjadi kanker prostat {Kompas 26 Desember 1999 dan Senior 07/19 Agustus 1999).

Kita semua mengetahui bahwa obat kanker adalah untuk mengobati penderita kanker. Bukan untuk orang sehat.

Curcuma mangga bukanlah obat, tetapi bahan alami yang berkhasiat untuk menghambat laju pengembangbiakan  sel kanker, sekaligus bermanfaat untuk mencegah kerusakan gen – salah satu penyebab timbulnya kanker.

Sifat dari kandungan Curcuma mangga, yaitu R.I.P., adalah menghambat laju pengembangbiakan sel kanker.

Sehingga efek terapinya bersifat tidak langsung, yaitu menunggu matinya sel kanker itu sendiri.

Kesimpulannya, efek terapi dengan bahan alamiah ini memerlukan waktu yang relatif panjang. Hasil kemajuan penderita juga relatif pelan, yang berarti memerlukan kesabaran.

Namun kenyataan yang mendukung, yaitu bahwa Curcuma mangga adalah bahan alami, sehingga aman bagi penderita.  (Jekti Widodo)

Takaran untuk mengkonsumsi curcuma mangga

  1. Untuk penyembuhan: 4 –  5 kali sehari, satu sendok teh (diseduh dengan setengah gelas air)
  2. Untuk pencegahan: 1 – 2 kali sehari, satu sendok teh.

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi November 2000)

Bagikan

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Email

Postingan Lainnya