fbpx

MANFAAT TANAMAN KELADI TIKUS

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Keladi tikus telah terbukti mampu mengobati kanker. Berdasarkan beberapa kali penelitian, seperti yang dilakukan oleh Huang pada tahun 2004, kandungan phenylpropanoid glikosida, sterol, dan cerebrosida yang terdapat dalam umbi keladi tikus dapat digunakan sebagai antihepatotoksik untuk menghambat kerusakan sel hati. Sedangkan menurut penelitian Choon (2008), ekstrak keladi tikus mampu mencegah terjadinya kanker hati akibat adanya karsinogen. Begitu juga dari hasil penelitian Mohan, S et al, (2010), kandungan asam linoleatnya dapat menghambat perkembangan sel kanker secara selektif.

Keladi tikus memiliki nama lain pada daerah tertentu, seperti bira kecil, ileus gofu sepa, dan trenggiling mentik. Tanaman ini asli Indonesia yang banyak ditemui di pulau Jawa. Sipat tumbuhnya berada di tanah lembab dan sedikit paparan sinar matahari. Karena bunganya yang mirip ekor tikus, tanaman ini dinamakan keladi tikus. Dalam pengobatan tradisional, selain berkhasiat mengobati kanker, keladi tikus juga kerap digunakan sebagai obat borok, koreng, dan luka. Bagian yang digunakan biasanya bagian umbi dan daunnya.

Khasiat daun dan umbi keladi tikus juga selama ini telah dimanfaatkan sebagai pengobatan kanker darah (leukemia). Dibandingkan dengan daunnya, kemampuan umbi keladi tikus dalam menghambat sel kanker tergolong lebih tinggi. Semakin tinggi konsentrasi atau dosis umbi yang diberikan, semakin tinggi pula kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Sementara itu, kemampuan daun keladi tikus untuk menghambat pertumbuhan sel kanker tidak begitu jelas. Bahkan, biasanya pada dosis tertentu kemampuan menghambat sel kanker pada daun justru menurun.

Keladi tikus telah terbukti mampu mengobati kanker. Berdasarkan beberapa kali penelitian, seperti yang dilakukan oleh Huang pada tahun 2004, kandungan phenylpropanoid glikosida, sterol, dan cerebrosida yang terdapat dalam umbi keladi tikus dapat digunakan sebagai antihepatotoksik untuk menghambat kerusakan sel hati. Sedangkan menurut penelitian Choon (2008), ekstrak keladi tikus mampu mencegah terjadinya kanker hati akibat adanya karsinogen. Begitu juga dari hasil penelitian Mohan, S et al, (2010), kandungan asam linoleatnya dapat menghambat perkembangan sel kanker secara selektif.

Keladi tikus memiliki nama lain pada daerah tertentu, seperti bira kecil, ileus gofu sepa, dan trenggiling mentik. Tanaman ini asli Indonesia yang banyak ditemui di pulau Jawa. Sipat tumbuhnya berada di tanah lembab dan sedikit paparan sinar matahari. Karena bunganya yang mirip ekor tikus, tanaman ini dinamakan keladi tikus. Dalam pengobatan tradisional, selain berkhasiat mengobati kanker, keladi tikus juga kerap digunakan sebagai obat borok, koreng, dan luka. Bagian yang digunakan biasanya bagian umbi dan daunnya.

Khasiat daun dan umbi keladi tikus juga selama ini telah dimanfaatkan sebagai pengobatan kanker darah (leukemia). Dibandingkan dengan daunnya, kemampuan umbi keladi tikus dalam menghambat sel kanker tergolong lebih tinggi. Semakin tinggi konsentrasi atau dosis umbi yang diberikan, semakin tinggi pula kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Sementara itu, kemampuan daun keladi tikus untuk menghambat pertumbuhan sel kanker tidak begitu jelas. Bahkan, biasanya pada dosis tertentu kemampuan menghambat sel kanker pada daun justru menurun.

Bagikan

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Postingan Lainnya